LOGIKA :
PENALARAN :
Penalaran INDUKTIF
A. Sejarah dan Pengertian Logika
Awal lahirnya ilmu logika tidak bisa dilepaskan dari upaya para ahli fikir Yunani. Mereka berusaha menganalisis kaedah-kaedah berfikir dan menghindari terjadinya kesalahan dalam membuat kesimpulan. Ahli fikir yang mempelopori perkembangan logika sejak awal lahirnya adalah Aristoteles (384-322 SM). Karya-karya beliau bukan saja di bidang logika, namun juga di berbagai bidang keilmuan, baik ilmu alam maupun ilmu social. Perkembangan logika setelah masa Arsitoteles banyak dilanjutkan oleh para muridnya, di antaranya Theoprastus dan Porphyrus.
Secara etimologi, Logika berasal dari perkataan Yunani yaitu logike (kata sifat) dan logos (kata benda), yang berarti “pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dari pikiran, alasan atau uraian”. Dengan demikian, logika merupakan pekerjaan akal pikiran manusia dalam bernalar untuk menghasilkan kebenaran atau penyimpulan yang benar. Sebagai ilmu, disebut logica scientia yang berarti ilmu logika, namun sekarang ini hanya lazim disebut dengan logika saja.
B. Manfaat Logika
Logika dapat membantu berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Karena logika dapat mendidik manusia bersikap obyektif, tegas dan berani.
logika juga dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis. Dari segi kemanfaatan teoritis, logika sebagai ilmu banyak menyajikan dalil-dalil, hukum berfikir logis, dengan demikian logika mengajarkan tentang berfikir seharusnya. Dalam arti ini, logika adalah ilmu normative, karena logika membicarakan tentang berfikir sebagaimana seharusnya bukan membicarakan tentang berfikir sebagaimana adanya dalam ilmu-ilmu positif, seperti fisika, psikologi, dan sebagainya. Dengan berfikir sebagaimana seharusnya, ini berarti logika memberikan syarat-syarat tentang apa yang harus dipenuhi dalam berfikir untuk mencapai gagasan tentang kebenaran.
C. Hubungan Logika Dalam Olahraga.
Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani sedangkan logika merupakan pekerjaan akal pikiran manusia dalam bernalar untuk menghasilkan kebenaran atau penyimpulan yang benar. Jadi logika sangat berhubungan dengan olahraga karena logika merupakan suatu keharusan tidak ada olahraga yang tidak didasarkan pada logika. Adapun contoh olahraga yang berhubungan degan logika :
- Olahraga Catur
Catur sebagaimana dimainkan oleh pemain yang baik, hal logika dan imajinasi seakan sejalan dan saling menunjang satu dengan lainnya.
Pemain muda sering secara riskan meniru saja suatu pembaharuan ( Pembukaan ) yang dimainkan para ahli, tanpa terlebih dulu menyelidiki secara seksama makna, tujuan dan konsekwensinya. Pada catur kita bertempur atas lawan kita, dengan semangatnya, akalnya, karakter pribadinya dan juga keangkuhannya.
Catur adalah perjuangan, janganlah meninjau pada rencana sendiri saja tapi juga rencana lawan. Analisa atas kekalahan akan lebih bermanfaat daripada mendemonstrasikan kemenangan.
Catur seperti Cinta, seperti Musik memiliki kekuatan untuk membuat orang bahagia.
Kesalahan-kesalahan merupakan hal yang ditunggu-tunggu lawan agar diperbuat. Jadi kita harus berpikir logika sehingga tidak berbuat kesalahan.
Catur merupakan nilai seni dari akal mausia. Anda bisa saja mengalahkan lawan anda dengan memukul jatuh memakai papan Catur, tapi cara itu tidaklah menunjukkan bahwa anda seorang pecatur yang baik.
Kombinasi selalu menjadi aspek yang paling memiliki tipudaya pada Catur.
Para master berusaha mendapatkannya, penonton memberi “sorakan”, para kritikus memujinya.
Para master berusaha mendapatkannya, penonton memberi “sorakan”, para kritikus memujinya.
Seorang pemain Catur tanpa menyadiri kalau dia telah mendapatkan 3 ( tiga } kemampuan sekaligus, berfikir secara Sistimatik, Analitik dan Matematik, ini sangat berguna dalam kehidupan .
PENALARAN :
Penalaran INDUKTIF
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.
Contoh penalaran induktif :
Harimau memiliki taring.
Anjing memiliki taring.
Serigala memiliki taring.
Semua hewan karnivora memiliki taring.
Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.
Contoh generalisasi :
Pemakaian bahasa Indonesia diseluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikata seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihan dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Diungkapkan persurat kabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta – fakta diatas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.
Macam-macam generalisasi
1. Generalisasi sempurna yaitu, generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki semua. Contohnya : Semua bulan masehi mempunyai hari tidak lebih dari 31 hari.
2. Generalisasi tidak sempurna yaitu, generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki. Contohnya : Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia adalah menusia yang suka bergotong-royong.
Contoh analogi :
Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan Bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atmosfir seperti Bumi. Temperaturnya hampir sama dengan Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti Bumi. Jika Bumi ada mahluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup diplanet Mars.
Contoh hubungan sebab akibat :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran diibukota.
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif merupakan penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus.
Contoh :
Obat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia masa kini. Bahkan, karena begitu akrabnya, orang justru semakin tergantung pada obat, semakin terbiasa menggunakan obat. Penggunaan obat-obatan kini justru terlihat sebagai gaya hidup modern. Mereka perlu tampil seksi, bukan sehat, perlu obat kuat, bukan hidup harmonis, dan lain-lain. Faktanya zat-zat yang terkadnung dalam oat dan efeknya bagi tubuh kita sering tidak kita perhatikan kaerna menganggap obat itu menyembuhkan tanpa memerhatikan apa yang sebenarnya terkandug dalam obat tersebut. Dalam pemilihan obat harus diperhatikan adanyna kandungan bahan-bahan kimia yang justru menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh kita.
Macam-macam penalaran deduktif, diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contoh :
PU : Setiap orang asing harus memiliki izin kerja, jika ingin bekerja di Indonesia.
PK : Peter White itu orang asing.
S : Jadi, Peter White harus memiliki izin kerja jika ingin bekerja di Indonesia.
keterangan
PU =premis umum
PK = premis khusus
S = silogisme
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada fotosintesis.
Komentar
Posting Komentar